PEMBERDAYAAN KADER DAN KELUARGA DALAM PENGAWAS MINUM OBAT PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DUSUN NGRANDU DESA BANGUNREJO LOR KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang saat ini menjadi prioritas Indonesia dan belahan dunia lainnya. Terdapat sebesar 1,28 miliar orang di seluruh dunia, berusia 30-79 tahun, menderita hipertensi. Keberhasilan terapi hipertensi pada lansia salah satunya pada kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Hipertensi seringkali tanpa gejala (asimptomatik), sehingga banyak diabaikan oleh para lansia dan keluarga, sehingga sangat dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan terutamanya kader dan keluarga. Kader kesehatan lansia dan keluarga memiliki peran penting dalam mengelola keteraturan minum obat pada hipertensi lansia serta dituntut pula untuk melaksankan pendidikan kesehatan terkait hipertensi. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan menguatkan peran dan fungsi kader pada lansia sehingga upaya kesehatan masyarakat dalam bentuk promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dapat berjalan lebih optimal. Metode: Pelaksanaan kegiatan Pengabdian masyarakat meliputi edukasi kesehatan kepada kader, konsep penyakit hipertensi, manajemen dan penatalaksanan hipertensi, pelatihan pengawas minum obat tekanan darah, dilaksanakan secara luring. Hasil: Kegiatan diikuti 8 (90%) kader kesehatan lansia dan 45 (84,9) keluarga yang menderita hipertensi. Hasil post tes t didapatkan peningkatakan pengetahuan dan pelaksanaan pemantauan tekanan darah, pengetahuan kader tentang pengawasan minum obat meningkat dari rata- rata 70 menjadi 94,2 dan pengetahuan pengwasan minum obat pada keluarga didapatkan rata-rata 65 menjadi 89. Kesimpulan: Kegiatan ini penting dilakukan bagi para kader dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan lansia khususnya dalam penatalaksanaan hipertensi di masyarakat.