Pengaruh Health Education terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Keluarga tentang Range Of Motion pada Pasien Stroke Keluar Rumah Sakit di Ruang Tulip RSUD dr.Soeroto Ngawi
Abstract
Latar Belakang : Imobilisasi merujuk pada suatu kondisi dimana seseorang mengalami atau berpotensi mengalami keterbatasan dalam gerakan fisik, baik itu dalam bentuk aktif maupun pasif, yang dapat berdampak pada sistem tubuh jika rehabilitasi medis seperti Range Of Motion (ROM) tidak dilakukan. Keluarga berperan sebagai sistem pendukung utama dalam memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sedang sakit. Memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan dan berperan dalam meningkatkan kesehatan anggota keluarga yang sedang sakit. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh health education terhadap pengetahuan dan keterampilan keluarga tentang range of motion (ROM) pada pasien stroke KRS di Ruang Tulip RSUD dr.Soeroto Ngawi. Metode : Metode dalam penelitian adalah kuantitatif eksperiment dengan pendekatan one group pretest post test desain. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang dengan teknik consecutive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan lembar observasi keterampilan ROM. Uji statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Dari hasil penelitian, terbukti bahwa terdapat perbrdaan rata-rata pengetahuan sebelum dan setelah health education, dengan selisih sebesar 20,00. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Asymp.Sig adalah 0,000 (Asymp.Sig<0,005), yang menandakan perbedaan tersebut signifikan secara statistik. Perbedaan rata-rata keterampilan pre-test dan post-test dengan selisih 24,31 dan hasil uji Wilcoxon nilai Asymp.Sig(2-tailed) adalah 0,000 (Asymp.Sig < 0,005). H0 ditolak dan H1, H2 diterima. Kesimpulan : Adanya pengaruh health education terhadap pengetahuan responden tentang ROM. Adanya pengaruh health education terhadap keterampilan responden dalam melakukan ROM. Diharapkan keluarga pasien dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ROM serta mengaplikasikan dalam perawatan pasien stroke.