Hubungan Mekanisme Koping dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Tingkat III Akper Pemkab Ngawi yang akan Melaksanakan Praktik Klinik pada Masa Pandemi
Abstract
Penyebaran Virus Corona merupakan ancaman kesehatan global paling serius dalam beberapa dekade terakhir Mekanisme koping merupakan cara mengatasi stress dan kecemasan dengan memperdayakan diri. Kecemasan adalah gangguan alam yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan mahasiswa tingkat III yang akan melaksanakan praktik klinik pada masa pandemi. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Reponden penelitian yaitu mahasiswa tingkat III Akper Pemkab Ngawi sejumlah 95 responden. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan korelasi rank spermant. Uji analisis dengan correlation didapat P-Value = 0, 107 (0,107>0,05) pada State Anxiety dan P-Value = 0,088 (0,088>0,05) pada Trait Anxiety maka H0 diterima. Jadi dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan mahasiswa tingkat III yang akan melaksanakan praktik klinik pada masa pandemi. Mahasiswa tingkat III yang akan melaksanakan praktik klinik sebagian besar menggunakan mekanisme koping adaptif meskipun dalam masa pandemi. Tingkat kecemasan pada mahasiswa yang akan melaksanakan praktik pada skala State Anxiety sebagian besar mengalami kecemasan sedang, begitu juga dengan skala Trait Anxiety sebagian besar juga mengalami kecemasan sedang. Persentase State Anxiety (sesaat) lebih besar, hal ini bisa saja terjadi karena banyaknya perubahan dan kebijakan yang terjadi akibat pandemi.