Hubungan Tingkat Spiritual dengan Kejadian Depresi pada Lansia di Dusun Tambakromo V Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi
Abstract
Lanjut usia (Lansia) ialah masa paling akhir dalam kehidupan manusia, seseorang dikatakan lansia apabila berusia >60 tahun. Lansia akan mengalami menurunnya aktivitas fisik maupun psikologi. Perasaan kesepian ditinggal oleh anak dan saudaranya pergi meninggalkannya hidup sendiri dan kesadaran akan hari akhir akan meningkatkan spiritual lansia. Namun ada juga lansia yang merasa sedih, tertekan hingga tidak ingin berinteraksi/ bersosialisasi dengan orang lain yang mengakibatkan lansia mengalami depresi. Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dari suasana hati yang terus menerus merasa sedih dan tertekan.Tujuan penelitian menganalisis hubungan tingkat spiritual dengan kejadian depresi pada lansia di Dusun Tambakromo V Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Desain yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple Random Sampling denga jumlah sampling 77 lansia. Pengukuran dengan menggunakan instrumen Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan Geriatric Depression Scale (GDS). Analisa data menggunakan Spearman Rank dengan alat ukur yang digunakan adalah skala ordinal, dengan taraf signifikan ρ 0,05. Hasil analisis Hubungan Tingkat Spiritual dengan kejadian depresi pada lansia didapatkan nilai ρ 0,000< 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara spiritual dengan kejadian depresi pada lansia dengan hasil r yaitu -547 artinya nilai negatif kuat pada tingkat spiritual dan kejadian depresi pada lansia di Dusun Tambakromo V Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi.